Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Tradisi Makan Bersama di Malam Pertama Ramadhan

Home / Peristiwa - Daerah / Tradisi Makan Bersama di Malam Pertama Ramadhan
Tradisi Makan Bersama di Malam Pertama Ramadhan Para jamaah mushala al Huda Desa Penaruban sedang makan bersama seusai melaksankan shalat tarawih, Sabtu (26/5/2017). (Foto: Muthohir For Purbalingga TIMES)

BANYUMASTIMES, PURBALINGGA – Sebagian masyarakat di Kota Purbalingga, Jawa Tengah masih punya tradisi makan bersama seusai melaksanakan sholat tarawih pada malam pertama di bulan Ramadhan.

Seperti yang diceritakan oleh Muthohir, pengurus mushala al Huda Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang. Menurut Muthohir, bahwa, tradisi makan bersama seusai melaksanakan sholat tarawih merupakan salah satu ungkapan syukur jamaah karena bisa bertemu dengan bulan ramadhan yang penuh kemuliaan.

“Secara suka rela warga masyarakat bergotong royong membuat makanan nasi takir (nasi dalam daun pisang) dan nasi kotak untuk dimakan bersama setelah sholat tarawih,” kata Muthohir, Jumat (26/5/2017) malam.

Sebelumnya menurut Muthohir, pengurus mushala atau takmir telah menyampaikan program kegiatan selama sebulan penuh di bulan ramadhan.

Seperti shalat tarawih berjamaah, ceramah atau kultum, tadarus al Quran menjelang buka puasa dan setelah tarawih, kuliah subuh serta pengajian anak-anak.

“Dan kultum atau ceramah bukan hanya diisi oleh orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak dalam rangka regenerasi. Ada 23 petugas kultum tarawih dan 4 kultum subuh,” ungkap Muthohir.

Sementara itu acara yang sama juga digelar di mushola An Nuur. Para jamaah sholat tarawih menikmati nasi kotak dan nasi tumpeng yang disediakan oleh donatur setempat.

Para jamaah umumnya merasa bersyukur dan senang telah kembali bertemu dengan bulan yang penuh dengan kemuliaan, ampunan dan keberkahan.

Menurut mereka, kegiatan makan bersama pada malam pertama bulan ramadhan menambah dan memupuk keakraban dan kekeluargaan.

“Senang rasanya bisa makan bersama jamaah dan acara seperti ini makin merekatkan tali persaudaraan,” kata Rohiman. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com